![]() |
| Wujudkan Pemasyarakatan Berstandar Global, Lapas Kelas I Tangerang Fasilitasi Kunjungan Kedubes Amerika Serikat |
TANGERANG – Bpanbanten.com || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang menunjukkan komitmen nyata dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia dan transparansi pelayanan bagi warga binaan. Pada Selasa (10/3), Lapas Kelas I Tangerang resmi memfasilitasi kunjungan akses kekonsuleran dari Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat untuk dua warga negaranya yang tengah menjalani masa pidana.
Kunjungan ini dihadiri langsung oleh Konsul Kedutaan Besar Amerika Serikat, Rachel Ehrendreich, yang bertemu dengan dua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) asal Amerika Serikat, salah satunya berinisial J. Agenda utama pertemuan ini adalah peninjauan kondisi serta pemenuhan hak-hak dasar warga negara asing (WNA) selama berada di dalam lembaga pemasyarakatan.
Pertemuan berlangsung hangat namun formal di Ruang Rapat Lapas Kelas I Tangerang pada Selasa, 10 Maret 2026. Kegiatan dilakukan dengan pengawasan ketat petugas guna memastikan standar prosedur keamanan tetap terjaga.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan dan tindak lanjut dari permohonan Direktur Konsuler Kementerian Luar Negeri RI.
“Akses kekonsuleran adalah hak bagi warga binaan asing untuk berkomunikasi dengan perwakilan negaranya. Kami berkomitmen menjamin hak tersebut terpenuhi dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban,” ujar Beni.
Proses kunjungan diawali dengan pemberian edukasi mengenai tata tertib lapas kepada pihak kedutaan. Di dalam ruang pertemuan, perwakilan kedutaan berinteraksi langsung dengan para WBP untuk memastikan kesejahteraan dan dukungan moral mereka.
WBP berinisial J mengaku sangat terbantu dengan fasilitas ini. “Kunjungan ini sangat berarti bagi saya. Bisa berkomunikasi langsung dengan perwakilan negara sendiri memberikan semangat tambahan selama saya menjalani masa pembinaan,” ungkapnya.
Konsul Amerika Serikat, Rachel Ehrendreich, memberikan apresiasi tinggi atas keterbukaan dan profesionalisme jajaran Lapas Kelas I Tangerang. Menurutnya, koordinasi yang baik ini sangat krusial bagi kesejahteraan warga negaranya di luar negeri.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Narapidana, Dwi Fu’ad Jamali, menambahkan bahwa sinergi ini menjadi bukti bahwa sistem pemasyarakatan di Indonesia, khususnya di Lapas Kelas I Tangerang, terus bertransformasi menuju pelayanan yang lebih humanis dan akuntabel.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Tangerang mempertegas posisinya dalam menjalankan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya membina, tetapi juga menghormati hak setiap individu tanpa memandang asal negara.
M. Galih

