![]() |
| Sungai Cimaur yang membelah Kampung Cigeulis telah memicu kekhawatiran mendalam |
LEBAK – Bpanbanten.com || Keselamatan warga Desa Sukasari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, kini berada di ujung tanduk. Ketiadaan pagar pengaman di sepanjang tepian Sungai Cimaur yang membelah Kampung Cigeulis telah memicu kekhawatiran mendalam, menyusul jatuhnya sejumlah korban ke dasar sungai.
Tanggul yang berfungsi ganda sebagai jalan lingkungan utama ini menjadi urat nadi aktivitas warga. Namun, tanpa adanya pembatas fisik, jalan tersebut justru menjadi jalur maut yang mengancam pejalan kaki maupun pengendara setiap harinya.
Ade, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa insiden warga terjatuh bukan lagi hal baru. Beberapa warga dilaporkan mengalami luka serius akibat terperosok ke area sungai yang curam.Sabtu (7/03/26)
“Aktivitas warga di sini sangat tinggi karena ini jalan lingkungan satu-satunya di tepi sungai. Karena tidak ada pagar, banyak warga yang sudah jadi korban dan terjatuh. Kami selalu merasa terancam setiap kali melintas,” ujar Ade dengan nada cemas.
Kondisi ini dibenarkan oleh Kepala Desa Sukasari, Rasudin. Ia mengakui bahwa infrastruktur jalan di atas tanggul Sungai Cimaur tersebut memang sangat rawan kecelakaan.
“Benar, tanggul sungai ini sekaligus digunakan warga sebagai jalan lingkungan. Ketiadaan pagar pengaman telah menyebabkan beberapa warga kami terjatuh ke sungai. Ini masalah keselamatan yang sangat mendesak,” tegas Rasudin saat dikonfirmasi di sela kesibukannya.
Pemerintah Desa Sukasari menyatakan telah melayangkan usulan pembangunan pagar pengaman kepada pemerintah daerah. Warga kini menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Provinsi Banten agar segera turun tangan melakukan pembangunan fisik sebelum jatuh korban jiwa yang lebih banyak.
“Kami sudah mengajukan permohonan. Mudah-mudahan segera mendapat respons cepat dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. Jangan sampai menunggu ada nyawa yang melayang baru diperbaiki,” pungkas Rasudin.
Kini, warga Desa Sukasari hanya bisa berharap cemas, menanti realisasi pembangunan pagar pengaman demi rasa aman dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan sosial sehari-hari.
FIK
