![]() |
| Foto Pasien |
Orang tua pasien menyampaikan bahwa anaknya, Assyfa Putri Syafri, harus menjalani perawatan intensif setelah mengalami demam tinggi selama tiga hari berturut-turut. Kondisi demam yang tidak kunjung normal meski telah mengonsumsi obat membuat Assyfa akhirnya dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palembang Bari.
“Demamnya tinggi terus-menerus, turun sebentar setelah minum obat tapi tidak sampai normal,” ungkap Erwin orang tua pasien, (Selasa, 13/1/26) .
Setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh di IGD, termasuk pengambilan sampel darah dan pemeriksaan laboratorium, dokter mendiagnosa pasien mengalami hiperperksia hari keempat disertai muntah (vomitus) dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Berdasarkan hasil tersebut, pasien kemudian dirawat intensif di ruang rawat inap.
Menurut orang tua pasien, proses pelayanan sejak awal masuk IGD hingga pemindahan ke ruang perawatan berjalan cepat, mudah, dan tanpa hambatan, meskipun menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.
“Dari mulai penindakan di IGD sampai masuk kamar perawatan semuanya mudah, cepat, dan tertangani dengan baik,” ujarnya.
Ia juga memberikan pujian khusus kepada para perawat dan tenaga medis yang dinilai ramah, sigap, dan penuh perhatian terhadap kondisi pasien.
“Perawatnya ramah, perhatian, dan sigap. Anak saya benar-benar merasa dilayani dengan baik. Kami sebagai orang tua juga merasa lebih tenang,” tambahnya.
Apresiasi ini semakin memperkuat citra RSUD Palembang Bari sebagai rumah sakit daerah yang terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, termasuk bagi masyarakat pengguna BPJS Kesehatan, dengan mengedepankan profesionalisme, kecepatan, dan keramahan dalam melayani pasien.
Asep
