![]() |
| BEM Banten Bersatu Gelar Diskusi Bersama Di Pengungsian Korban Bencana Sigobang |
Lebak - Bpanbanten.com || Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu gelar diskusi bersama di lokasi pengungsian korban bencana Th.2020 yang saat ini menjadi Hunian Sementara (Huntara), berlokasi di kampung Sigobang desa Banjarsari kecamatan Lebak gedong Kabupaten Lebak Banten.
Menurut Bagas Yuliato, Kordinator BEM Banten Bersatu menerangkan bahwa kegiatan diskusi yang di gelar dilokasi pengungsian tersebut adalah dalam upaya merawat ruang dialog antara masyarakat dan pemangku kebijakan maka BEM Banten Bersatu menggelar agenda diskusi tukar pikir bersama rakyat dengan tema “Perjalanan 6 Tahun Menuju Sejahtera?”.Adapun kegiatan ini menjadi wadah refleksi bersama terkait kondisi sosial, ekonomi, dan pembangunan infrastruktur yang dirasakan langsung oleh masyarakat korban bencana selama enam tahun.
Diskusi ini dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari Mahasiswa, Tokoh masyarakat, hingga perwakilan Legislatif, termasuk Anggota DPR RI Komisi IV.Arif Rahman menjadi ruang menyampaikan aspirasi, kritik, serta harapan masyarakat terhadap pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan, kegiatan ini juga merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa untuk terus hadir di tengah masyarakat.
"Diskusi ini adalah ruang bersama untuk mendengar, merasakan, dan menyampaikan suara rakyat. Enam tahun perjalanan pembangunan harus menjadi bahan evaluasi bersama, apakah benar telah membawa kesejahteraan yang merata atau masih menyisakan ketimpangan yang perlu diperjuangkan," ujarnya.(14/2/2026)
Senada juga dikatakan Rizki Ketua Pelaksana kegiatan menurutnya bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar forum diskusi, tetapi bagian dari gerakan sosial mahasiswa.
"Kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat tidak berhenti di ruang-ruang kecil.Harapannya, melalui diskusi ini lahir gagasan, solusi, dan komitmen bersama untuk mendorong perubahan yang nyata," ungkap Rizki.
Sedangkan menurut Bared tokoh masyarakat setempat disela diskusi menyampaikan harapannya agar pemerintah lebih serius melihat kondisi riil di lapangan para pengungsi korban bencana ini.
"Selama ini masyarakat hanya ingin didengar dan diperhatikan dan pembangunan harus benar-benar dirasakan hingga ke tingkat bawah, bukan hanya sekadar janji," harapnya.
Kegiatan ini juga diapresiasi oleh Arif Rahman Anggota DPR RI Komisi IV yang ikut hadir pada diskusi tersebut menurut dia, forum seperti ini penting untuk menjaga komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dan segala aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan refleksi dan perjuangannya di tingkat pusat agar kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
"Ini kegiatan yang sangat penting agar komunikasi masyarakat dan wakil rakyat serta segala aspirasinya menjadi bahan refleksi perjuangan ditingkat pusat". Pungkasnya.
FIK
