Puluhan Hektar Sawah Gagal Tanam Akibat Bendungan Parasido Hancur

Puluhan Hektar Sawah Gagal Tanam Akibat Bendungan PARASIDO Hancur
Puluhan Hektar Sawah Gagal Tanam Akibat Bendungan PARASIDO Hancur
Lebak - Bpanbanten.com || Enam tahun berjalan puluhan hektar pesawahan yang ada dibeberapa Desa di kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak Banten tidak bisa tanam akibat hancurnya bendungan besar PARASIDO sungai Ciberang akibat bencana banjir bandang Th 2020 lalu, yang berlokasi didesa Banjar Irigasi kecamatan Lebak gedong.  

Menurut Topik salah seorang warga dikecamatan Cipanas mengungkapkan bahwa puluhan hektar pesawahan yang ada di beberapa Desa dikecamatan Cipanas seperti desa Sipayung, Desa Cipanas dan Luhur jaya sejak tahun 2020 mengalami gagal tanam dan hasil panen tidak maksimal.

Hal itu akibat bendungan utama disungai Ciberang yaitu bendungan PARASIDO berlokasi didesa Banjar Irigasi kecamatan Lebak gedong sebagai pemasok utama untuk air di saluran DI (Daerah Irigasi) Cipanas hancur akibat terjangan banjir bandang pasa tahun 2020 lalu. 

" Puluhan Hektar pesawahan di desa - desa dikecamatan Cipanas alami gagal tanam dan hasil panen yang tidak maksimal akibat tidak ada pasokan air dari irigasi DI Cipanas " , ungkapnya.Rabu (02/9/2026).

Untuk desa Cipanas dan Desa Luhur jaya mungkin para petani masih bisa bertanam padi di sawahnya kendatipun pasokan airnya sangat minim, sedangkan untuk desa Sipayung para petani sama sekali tidak bisa tanam padi karena tidak ada air dari saluran irigasinya, sehingga pesawahan nya pun dibiarkan terbengkalai dan bahkan para petani lebih memilih menjualnya dengan harga sangat murah.

" Sudah enam tahun air dari saluran DI.Cipanas tidak sampe ke pesawahan didesa Sipayung sehingga para petani membiarkan pesawahanya terbengkalai dsn bahkan banyak yang menjualnya dengan harga murah ", tambahnya.

Berdasarkan kondisi tersebut ia berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) nya dan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak segera mencari solusi untuk kondisi tersebut, karena bila terus - terusan terjadi air di Irigasi itu tidak ada, maka pastinya pesawahan di desa Sipayung dan desa - desa lainnya akan hilang atau habis terjual.

" Harus benar - benar ada solusinya dari Pemerintah agar pesawahan didesa kami bisa kembali seperti sedia kala ", pungkasnya.

FIK