Diduga SDN 1 Ciladaeun Terima Dua Anggaran Dana BOS Kondisi Sekolah Tidak Terawat

Diduga SDN 1 Ciladaeun Terima Dua Anggaran Dana BOS Kondisi Sekolah Tidak Terawat
Diduga SDN 1 Ciladaeun Terima Dua Anggaran Dana BOS Kondisi Sekolah Tidak Terawat 
Lebak - Bpanbanten.com || Pantas Komite sekolah diduga tidak pernah diberi tahu perihal besaran dan penggunaan dari dana BOS, ternyata SDN 1 Ciladaeun Kecamatan Lebak Gedong Kabupaten Lebak Banten diduga menerima dana BOS double yaitu dana BOS reguler dan dana BOS Kinerja sejak beberapa tahun lalu, akan tetapi sangat aneh berbeda dengan kondisi di sekolah karena SDN 1 Ciladaeun terlihat kusam diduga tidak terawat.

Masih menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya warga asal kecamatan Lebak gedong, ia membeberkan bahwa SDN 1 Ciladaeun tersebut diduga mendapat dua sumber dana BOS, yaitu dana BOS reguler dan dana BOS Kinerja, dimana BOS Kinerja tersebut didapatkan karena SDN 1 Ciladaun merupakan termasuk dalam katagori sebagai sekolah penggerak atau guru penggerak yang berprestasi dengan baik dari berbagai kriteria yang ditetapkan pemerintah sehingga mendapat pasokan dana BOS berprestasi diluar dana BOS Reguler

Dengan dua sumber dana BOS yang didapat sekolah tersebut seharusnya kondisi sekolah terlihat bagus, rapih dan nyaman tidak seperti saat ini justru sekolah terlihat kusam, tidak terawat dan yang paling mudah terlihat adalah tulisan tembok identitas sekolah pun tidak tertera luntur tidak terawat.

" Seharusnya sekolah yang mendapat dua anggaran dana BOS itu menjadikan sekolah menjadi lebih rapih, bersih dan terawat tidak seperti ini ," ungkapnya.(Senin 24/08/2026).

Adapun mengenai Komite sekolah menurutnya sudah bukan rahasia umum lagi bahwa komite sekolah tidak pernah mengetahui besaran dan penggunaan dana BOS jadi kami menduga ada sesuatu di balik tidak dipungsikanya Komite.

" Seharusnya Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak tidak tinggal diam dan segera bersikap tegas, begitu juga dengan Kepolisian segera turun tangan lakukan pemeriksaan ", pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Sarpin Komite sekolah, ketika dikonfirmasi dikediamanya mengakui bahwa dirinya sebagai ketua Komite tidak pernah dilibatkan dan tidak tahu menahu terkait beraoa besar dan ubtuk apa penggunaan dana BOS, bahkan perihal stempel Komite pun dia selaku Komite tidak pernah memegang atau menggunakan karena stempel Komite dipegang disimpan oleh pihak sekolah.

"Saya sebagai ketua komita tidak pernah tau soal dana BOS, bahkan stempel komite pun saya tidak pernah memegangnya, dan stempel sekolah disimpan oleh pihak sekolah ." Terangnya.

FIK