Gagal Gasak Motor, Terduga Pelaku Curanmor di Cikande Babak Belur Diamuk Massa

Gagal Gasak Motor, Terduga Pelaku Curanmor di Cikande Babak Belur Diamuk Massa
Gagal Gasak Motor, Terduga Pelaku Curanmor di Cikande Babak Belur Diamuk Massa
SERANG – Bpanbanten.com || Aksi nekat seorang pria berinisial AS (27) berakhir tragis di tangan warga. Pria asal Kabupaten Lebak ini nyaris tewas dikeroyok massa setelah tertangkap basah menggasak sepeda motor di depan PT Berkah Manis Makmur (BMM), Desa Cikande, Minggu (12/04/2026).

Beruntung, personel Polsek Cikande Polres Serang bergerak cepat tiba di lokasi untuk mengevakuasi pelaku dari kepungan warga yang tersulut emosi.

Kapolsek Cikande, AKP Tatang, mengungkapkan bahwa insiden bermula saat korban, Dian, warga Kecamatan Kopo, sedang menjemput rekannya di sekitar lokasi kejadian. Memanfaatkan kelengahan korban, AS bersama seorang rekannya langsung melancarkan aksi pencurian.

"Korban menyadari motornya dibawa lari oleh orang tak dikenal dan spontan berteriak. Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung melakukan pengejaran bersama korban," ujar AKP Tatang dalam keterangan resminya.Dalam pengejaran yang dramatis tersebut, AS berhasil diringkus massa. Namun, satu pelaku lainnya berhasil meloloskan diri dengan membawa motor Honda Beat Deluxe milik korban.

Dari tangan pelaku yang tertangkap, polisi mengamankan satu unit sepeda motor Honda Vario yang digunakan pelaku untuk beraksi, serta sebilah parang yang diduga dibawa sebagai senjata untuk mengancam korban.

"Pelaku AS sempat mengalami luka-luka akibat amuk massa dan langsung kami evakuasi ke Puskesmas terdekat untuk perawatan medis. Saat ini, pelaku sudah diamankan di Mapolsek Cikande untuk menjalani pemeriksaan intensif," tambah AKP Tatang.

Pihak kepolisian menegaskan tidak akan tinggal diam atas pelarian rekan pelaku. Tim buser saat ini tengah melakukan pengejaran dan pendalaman identitas pelaku yang kabur.

Menutup keterangannya, AKP Tatang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas dan meminta warga tidak melakukan aksi main hakim sendiri.

"Serahkan proses hukum kepada kami. Jika melihat tindakan mencurigakan, segera lapor ke kantor polisi terdekat," tutupnya.

Arip