Kapolres Metro Tangerang Kota Gencar Kampanyekan Stop Bullying : Lindungi Generasi Muda dari Perundungan

Kapolres Metro Tangerang Kota Gencar Kampanyekan Stop Bullying : Lindungi Generasi Muda dari Perundungan
Kapolres Metro Tangerang Kota Gencar Kampanyekan Stop Bullying : Lindungi Generasi Muda dari Perundungan
Tangerang - Bpanbanten.com || 20 November 2025 Bullying masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda, dengan dampak psikologis yang menghancurkan. Polres Metro Tangerang Kota, di bawah kepemimpinan Kapolres Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, mengambil langkah proaktif dengan mengintensifkan kampanye "Stop Bullying" di seluruh wilayah.
 
Bullying: Masalah Kompleks yang Merusak Masa Depan
 
Bullying tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga agresi verbal, isolasi sosial, dan pelecehan psikologis yang seringkali sulit dideteksi. Dampaknya pun sangat merusak, mulai dari kecemasan, depresi, penurunan prestasi, hingga gangguan mental yang berkepanjangan.
 
Polres Metro Tangerang Kota Bergerak: Aksi Nyata Melawan Bullying
 
  • Kampanye Anti-Bullying: Polres Metro Tangerang Kota gencar menyuarakan pesan "Stop Bullying" kepada masyarakat, khususnya pelajar. Kapolres Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak segala bentuk perundungan, baik fisik, verbal, maupun digital.

  • Sosialisasi di Sekolah: Melalui program "Police Goes to School", polisi memberikan edukasi tentang pentingnya saling menghormati, risiko bullying, dan cara melaporkan tindakan bullying melalui Call Center 110.

  • Penguatan Sistem Perlindungan Anak: Polres Metro Tangerang Kota mendukung penerapan sistem "Sekolah Ramah Anak" sebagai lingkungan yang aman dan suportif bagi perkembangan sosial dan emosional siswa.
 
Kapolres Metro Tangerang Kota mengajak seluruh elemen masyarakat – siswa, orang tua, guru, dan masyarakat – untuk bersatu menciptakan lingkungan yang saling menghormati dan peduli. "Stop Bullying" bukan hanya slogan, tetapi panggilan untuk bertindak: laporkan jika melihat bullying, berikan dukungan kepada korban, dan ciptakan budaya sekolah yang inklusif dan aman bagi semua anak.

RED

Editor: Ari