Aksi Heroik Kapolres Serang: Turunkan Excavator Selamatkan Sekolah dari Banjir

Aksi Heroik Kapolres Serang: Turunkan Excavator Selamatkan Sekolah dari Banjir!
Aksi Heroik Kapolres Serang: Turunkan Excavator Selamatkan Sekolah dari Banjir!

SERANGBpanbanten.com || Aksi cepat dan tanggap ditunjukkan Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, saat banjir melanda Desa Pamarayan, termasuk halaman SDN Bojong Loa, pada Selasa (18/11/2025) malam. Tak tanggung-tanggung, 1 unit excavator diterjunkan langsung untuk mengatasi masalah yang mengganggu aktivitas belajar-mengajar ini.
 
Hujan deras yang mengguyur sejak siang hingga malam menyebabkan genangan air setinggi 30 sentimeter merendam area sekolah dan lingkungan sekitar. Kapolres Condro Sasongko bergerak cepat merespons aduan warga dengan mengirimkan bantuan alat berat.
 
Excavator tersebut digunakan untuk membersihkan dan membongkar cor beton pada gorong-gorong yang tersumbat. Sumbatan inilah yang menjadi biang keladi meluapnya air hingga membanjiri halaman sekolah dan sekitarnya.
 
Kapolsek Pamarayan, AKP Yusuf Ependi, menjelaskan bahwa langkah ini adalah wujud respons cepat Kapolres terhadap keluhan warga. "Kami bergerak cepat karena gorong-gorong sudah tidak mampu menampung debit air akibat pengendapan dan sumbatan material," ujarnya.
 
Berkat kesigapan aparat kepolisian, genangan air berhasil diatasi dan murid-murid dapat kembali bersekolah seperti biasa. Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air, agar kejadian serupa tidak terulang.
 
Kepala Desa Pamarayan, Anis Fuad, mengapresiasi langkah cepat Polsek Pamarayan dalam membantu penanganan banjir. "Kami berterima kasih kepada Kapolres Serang yang langsung menurunkan excavator. Penanganan cepat ini sangat membantu warga," ungkapnya.
 
Aksi heroik Kapolres Serang ini membuktikan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Dengan kerja sama yang baik antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat, dampak bencana dapat diminimalkan dan kehidupan dapat kembali normal.

Arip

Editor : Ari