KKM Kelompok 24 Universitas Bina Bangsa Kampanyekan Gerakan "STOP Pinjol" di SMA IT Ibadurrahman

Tingkatkan Literasi Keuangan Pelajar " KKM Kelompok 24 Universitas Bina Bangsa Kampanyekan Gerakan "STOP Pinjol" di SMA IT Ibadurrahman
Tingkatkan Literasi Keuangan Pelajar "
KKM Kelompok 24 Universitas Bina Bangsa Kampanyekan Gerakan "STOP Pinjol" di SMA IT Ibadurrahman

Serang - Bpanbanten.com || Maraknya praktik pinjaman online ilegal yang menyasar generasi muda mendorong Kelompok 24 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa menghadirkan edukasi literasi keuangan bagi pelajar.

Melalui program kerja Bidang II Ekonomi Kreatif, Koperasi, dan Pemberdayaan Masyarakat, mahasiswa menggelar sosialisasi bertajuk "Pencegahan Pinjaman Online dan Edukasi Solusi: STOP Pinjol, Jadilah Generasi Cerdas Finansial" yang berlokasi di SMA IT Ibadurrahman sebagai upaya membangun kesadaran finansial sejak usia sekolah.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala SMA IT Ibadurrahman Iip Nuryanudin, S.Pd.I. Jajaran guru, Dosen Pembimbing Lapangan Ns. Rastia Ningsih, S.Tr., M.Tr.Kep., narasumber Hj. Fidziah, S.E., M.M., mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa, serta puluhan siswa yang mengikuti kegiatan secara antusias.

Ketua Kelompok 24 KKM Universitas Bina Bangsa. Ana Ainun Musyarofah, menegaskan bahwa persoalan pinjaman online tidak lagi hanya menjadi isu ekonomi, melainkan telah berkembang menjadi persoalan sosial yang rentan menjerat generasi muda akibat rendahnya literasi keuangan.

"Kemudahan mengakses layanan keuangan digital harus diimbangi dengan kemampuan memahami risiko di baliknya. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa keputusan finansial yang diambil hari ini akan menentukan masa depan mereka ". Jelasnya.(24 Juli 2026).

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa edukasi seperti ini menjadi langkah preventif agar pelajar tidak mudah terjebak pada praktik pinjaman online ilegal yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarganya dan kehadiran mahasiswa melalui program KKM tidak hanya sebatas menjalankan kewajiban akademik saja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi atas persoalan yang berkembang di tengah masyarakat melalui kegiatan edukatif yang berdampak tukas Ana.

Senada dikatakan Koordinator Bidang II Ekonomi Kreatif, Koperasi dan Pemberdayaan Masyarakat. Lia Rahmadi, mengatakan bahwa tema sosialisasi dipilih setelah melihat tingginya paparan informasi mengenai pinjaman online di media digital yang kini mudah diakses oleh kalangan pelajar.

" Kami ingin peserta tidak hanya mengetahui bahwa pinjaman online ilegal itu berbahaya, tetapi juga memahami bagaimana mengenali ciri-cirinya, menghindarinya, serta memiliki pola pikir yang lebih bijak dalam mengelola keuangan ".Ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa literasi keuangan merupakan investasi jangka panjang yang harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda mampu mengambil keputusan ekonomi secara bertanggung jawab tutupnya.

Dalam sesi utama, narasumber ibu Hj. Fidziah, S.E., M.M. memaparkan berbagai aspek mengenai pinjaman online, mulai dari karakteristik layanan yang legal dan ilegal, dampak hukum serta sosial yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah preventif untuk menghindari jeratan pinjaman online ilegal.

Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab sehingga peserta terlibat aktif selama kegiatan berlangsung.Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan SMA IT Ibadurrahman dalam menyukseskan kegiatan, Kelompok 24 KKM Universitas Bina Bangsa ia menyerahkan piagam penghargaan kepada pihak sekolah dan Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan kuis edukatif yang menjadi sarana evaluasi sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.

Melalui kegiatan ini, Kelompok 24 KKM Universitas Bina Bangsa berharap literasi keuangan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi mampu membentuk sikap kritis dan perilaku finansial yang bertanggung jawab di kalangan pelajar.

" Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia pendidikan diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan digital ", Pungkasnya.

FIK