![]() |
| Bagas Yulianto Founder Pemuda Berdampak |
Serang - Bpanbanten.com || Komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemberantasan korupsi diIndonesia.Merupakan langkah - langkah penegakan hukum terhadap dugaan berbagai kasus korupsi di berbagai sektor menunjukkan keseriusan negara dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Bagas Yulianto Founder Pemuda Berdampak mengapresiasi dan mengatakan bahwa sebagai bagian dari generasi muda, dirinya merasakan optimisme terhadap arah penegakan hukum di Indonesia.
“Sebagai generasi muda, saya merasa negara ini sedang dijaga dengan baik diera kepemimpinan bapak Presiden Prabowo.Kami melihat adanya komitmen untuk menuntaskan berbagai dugaan kasus korupsi tanpa memandang jabatan maupun institusi. " hal ini menjadi harapan besar bagi kami agar Indonesia memiliki sistem hukum yang semakin berkeadilan dan berintegritas,” ujar Bagas Yulianto.(11/07/26).
Lebih lanjut Ia menurutnya bahwa upaya penegakan hukum yang dilakukan secara profesional dan transparan akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara karena setiap dugaan tindak pidana korupsi harus diproses berdasarkan alat bukti dan mekanisme hukum yang berlaku, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
“Generasi muda menginginkan Indonesia yang bersih dari korupsi.Kami berharap seluruh aparat penegak hukum dapat bekerja secara independen, profesional, dan konsisten sehingga tidak ada lagi ruang bagi praktik korupsi yang merugikan rakyat,” lanjutnya.
Sebagai Founder Pemuda Berdampak, Bagas menegaskan bahwa organisasinya akan terus mendukung upaya pemberantasan korupsi melalui pendidikan publik, penguatan integritas, serta partisipasi aktif generasi muda dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang bersih.
Bagi kami, pemberantasan korupsi bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga investasi untuk masa depan bangsa.Ketika hukum ditegakkan secara adil maka generasi muda akan semakin yakin bahwa Indonesia sedang bergerak menuju negara yang maju, berintegritas, dan berkeadilan pungkas Bagas.
(FIK)
