![]() |
| Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI, Yandri Susanto |
Pertemuan santai yang dikemas dalam bentuk bincang-bincang hangat tersebut menjadi ruang diskusi strategis antara dua putra daerah asli Bengkulu Selatan yang kini berkiprah di tingkat nasional dan perantauan.
Suarakan Aspirasi Kabupaten Seluma Keluar dari Status Sangat Tertinggal
Berawal dari obrolan ringan seputar keluarga untuk melepas rindu setelah sekian lama tidak bersua, Natsir Aksa memanfaatkan momen berharga ini untuk menyuarakan harapan besar masyarakat Bengkulu, khususnya terkait pemerataan pembangunan.
Ia mendorong agar Kementerian Desa dan PDT dapat mengalokasikan porsi anggaran yang tepat demi mendongkrak status wilayah-wilayah yang masih terisolir di Provinsi Bengkulu.
"Sebagai sesama putra daerah Bengkulu di perantauan, saya menyelipkan harapan besar kepada Pak Menteri agar dapat mengalokasikan anggaran kementerian untuk meningkatkan status daerah tertinggal dan terpencil di Provinsi Bengkulu. Fokus kita adalah kabupaten pemekaran di Bengkulu Selatan, dan lebih khusus lagi Kabupaten Seluma yang menurut informasi masih masuk kategori daerah sangat tertinggal, agar bisa naik kelas menjadi minimal daerah pra-sejahtera," ujar Natsir Aksa, (30/05/2026).
Respon Tegas Mendes PDT: Pemda Jangan Main-Main dengan Anggaran!
Aspirasi tersebut disambut dengan sangat positif oleh Mendes PDT Yandri Susanto. Namun, di balik respon positif tersebut, Yandri juga menitipkan pesan dan himbauan yang sangat tegas dan kritis bagi jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) di Provinsi Bengkulu.
Yandri menekankan bahwa komitmen pusat harus dibarengi dengan integritas di tingkat daerah demi kesejahteraan masyarakat desa:
- Optimalkan Anggaran: Pemerintah daerah dihimbau dengan keras untuk tidak mempermainkan anggaran program agar penyerapan dan implementasinya di lapangan bisa berjalan 100% optimal.
- Jaga Amanah & Nama Baik: Yandri meminta seluruh elemen di daerah untuk bersama-sama menjaga nama baik kementerian lewat pembuktian kinerja yang bersih.
- Pengawasan Ketat: Harus ada sistem pengawasan yang tepat sasaran agar dana stimulus pembangunan desa tidak bocor atau disalahgunakan.
Konsolidasi IKBBS Jelang Agenda Halal Bihalal
Selain membahas nasib pembangunan di kampung halaman, pertemuan malam itu juga memperkuat simpul silaturahmi warga perantauan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Bengkulu Bagian Selatan (IKBBS) di Banten.
Natsir Aksa, yang juga merupakan ketua pertama sekaligus pendiri paguyuban tersebut, menyampaikan bahwa IKBBS Banten sejauh ini sangat aktif menjaga kekompakan lewat pertemuan rutin setiap dua bulan sekali.
Dalam waktu dekat, keluarga besar IKBBS Banten berencana menyelenggarakan acara Halal Bihalal. Gayung bersambut, Mendes PDT Yandri Susanto memberikan sinyal hijau akan memfasilitasi agenda tersebut dan mengonfirmasi bahwa insyaallah dirinya akan hadir langsung untuk menyapa warga Bengkulu yang menetap di Banten.
Asep
