Puncak Cap Go Meh 2577 di Boen Tek Bio: Menenun Harmoni dan Doa untuk Bangsa dari Jantung Kota Tangerang

Puncak Cap Go Meh 2577 di Boen Tek Bio: Menenun Harmoni dan Doa untuk Bangsa dari Jantung Kota Tangerang
Puncak Cap Go Meh 2577 di Boen Tek Bio: Menenun Harmoni dan Doa untuk Bangsa dari Jantung Kota Tangerang

KOTA TANGERANG - Bpanbanten.com || Langit malam di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang, berpendar merah oleh cahaya ratusan lampion. Ribuan umat dan warga tumpah ruah di Klenteng Boen Tek Bio untuk merayakan Cap Go Meh 2577 Kongzili, Senin (2/3). Perayaan ini menandai klimaks sekaligus penutup sakral dari rangkaian Tahun Baru Imlek 2026.

Sebagai salah satu rumah ibadah tertua di Indonesia, Klenteng Boen Tek Bio tidak hanya menjadi pusat ritual, tetapi juga panggung inklusivitas yang mempertemukan keberagaman identitas dalam bingkai kebangsaan.

Secara etimologis, Cap Go Meh yang berarti "malam kelima belas" dimaknai sebagai fase penyempurnaan doa. Ketua Perkumpulan Boen Tek Bio, Dr. Ruby Santamoko, S.Ag., M.M.Pd., menjelaskan bahwa momen ini adalah ruang kontemplasi di mana harapan bertransformasi menjadi tindakan nyata.

“Ini adalah fase kontemplatif. Doa-doa yang dipanjatkan sejak awal tahun digenapkan dalam kesadaran spiritual. Harapan tidak boleh berhenti pada simbol ritual, tetapi harus diwujudkan dalam praktik hidup yang membawa kedamaian dan kebajikan sosial,” ujar Dr. Ruby di sela perayaan.

Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak, Dr. Ruby menekankan bahwa Cap Go Meh di Kota Tangerang telah berevolusi menjadi ruang harmoni lintas etnis dan agama. Keterbukaan klenteng bagi publik luas adalah bukti komitmen dalam menjaga toleransi sebagai fondasi bangsa.

“Keberagaman bukan sekadar realitas demografis, melainkan anugerah yang memerlukan kesadaran kolektif. Cap Go Meh adalah simbol kohesi sosial dan penguatan identitas Indonesia yang plural,” tegasnya.

Menghadapi arus globalisasi, Perkumpulan Boen Tek Bio melakukan pendekatan adaptif untuk menjaga autentisitas tradisi. Beberapa langkah strategis yang diambil meliputi:

Literasi Budaya: Edukasi sejarah klenteng dan substansi ritual kepada generasi muda.

Regenerasi Organik: Pelibatan aktif kaum muda dalam kepanitiaan dan aksi sosial.

Dialog Inklusif: Membangun persepsi publik bahwa Cap Go Meh memiliki nilai universal yang dapat dinikmati semua kalangan.

Di tengah tantangan polarisasi dan disrupsi informasi, perayaan ini hadir sebagai ruang nyata perjumpaan antarmanusia yang mereduksi jarak dan membangun empati.

“Cahaya lampion adalah metafora harapan. Ia mengingatkan bahwa dalam keberagaman, selalu ada terang yang menyatukan,” pungkas Dr. Ruby, menutup rangkaian pesan damainya.

Melalui perayaan ini, Kota Tangerang kembali menegaskan pesan kuat: bahwa perbedaan bukanlah sumber fragmentasi, melainkan fondasi kekuatan nasional yang dirawat melalui tradisi dan diteguhkan dalam semangat persatuan.

Didirikan pada abad ke-17, Boen Tek Bio merupakan klenteng tertua di Tangerang yang menjadi pusat spiritual, sosial, dan kultural. Klenteng ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya yang terus berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pelestarian nilai-nilai toleransi di Indonesia. 


Puncak Cap Go Meh 2577 di Boen Tek Bio: Menenun Harmoni dan Doa untuk Bangsa dari Jantung Kota Tangerang